Menikah, satu kata ini akan menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi pemuda ataupun pemudi yang sudah mencapai usia remaja. Remaja yang sudah mulai memiliki rasa tertarik dengan lawan jenisnya, akan memperhatikan pasangan yang diimpikan menjadi pasangan hidupnya. Sejenak waktu, hatinya akan merenda mimpi, membayangkan masa depan yang indah bersamanya.
Saudariku muslimah yang dirahmati Allah, tentu kita semua menginginkan pasangan hidup yang dapat menjadi teman dalam suka dan duka, bersama dengannya membangun rumah tangga yang bahagia, sampai menapaki usia senja, bahkan menjadi pasangan di akhirat kelak. Tentu kita tidak ingin bahtera tumah tangga yang sudah terlanjur kita arungi bersama laki-laki yang menjadi pilihan kita kandas di tengah perjalanan, karena tentu ini akan sangat menyakitkan, menimbulkan luka mendalam yang mungkin sangat sulit disembuhkan, baik luka bagi kita maupun bagi buah hati yang mungkin sudah ada. Lagipula, kita mengetahui bahwa Allah Ta’ala, Robb sekaligus Illah kita satu-satunya sangat membenci perceraian, meskipun hal itu diperbolehkan jika memang keduanya merasa berat. “Mencegah lebih baik daripada mengobati.” Itulah slogan yang biasa dipakai untuk masalah kesehatan. Dan untuk masalah kita ini, yang tentunya jauh lebih urgen dari masalah kesehatan tentu lebih layak bagi kita untuk memakai slogan ini, agar kita tidak menyesal di tengah jalan.
Saudariku muslimah, sekarang banyak kita jumpai fenomena yang sangat memprihatinkan dan menyedihkan hati. Banyak dari saudari-saudari kita yang terpesona dengan kehidupan dunia, sehingga timbul predikat ‘cewek matre’, yaitu bagi mereka yang menyukai laki-laki karena uangnya. Ada juga diantara saudari kita yang memilih laki-laki hanya karena fisiknya saja. Ada juga diantara mereka yang menyukai laki-laki hanya karena kepintarannya saja, padahal belum tentu kepintarannya itu akan menyelamatkannya, mungkin justru wanita itu yang akan dibodohi.
Sebenarnya tidak mengapa kita menetapkan kriteria – kriteria tersebut untuk calon pasangan kita, namun janganlah hal tersebut dijadikan tujuan utama, karena kriteria-kriteria itu hanya terbatas pada hal yang bersifat duniawi, sesuatu yang tidak kekal dan suatu saat akan menghilang. Lalu bagaimana solusinya ? Saudariku, sebagai seorang muslim, standar yang harus kita jadikan patokan adalah sesuatu yang sesuai dengan ketentuan syariat. Karena hanya dengan itu kebahagian hakiki akan tercapai, bukan hanya kebahagian dunia saja yang akan kita dapatkan, tapi kebahagiaan akhirat yang kekal pun akan kita nikmati jika kita mempunyai pasangan yang bisa diajak bekerjasama dalam ketaatan kepada Allah.
Diantara kriteria-kriteria yang hendaknya kita utamakan antara lain:
1. Memilih calon suami yang mempunyai agama dan akhlak yang baik, dengan hal tersebut ia diharapkan dapat melaksanakan kewajiban secara sempurna dalam membimbing keluarga, menunaikan hak istri, mendidik anak, serta memiliki tanggung jawab dalam menjaga kehormatan keluarga.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Jika datang melamar kepadamu orang yang engkau ridho agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dengannya, jika kamu tidak menerimanya, niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang luas.” (HR. Tirmidzi, hasan)
Seorang laki-laki bertanya kepada Hasan bin ‘Ali, “Saya punya seorang putri, siapakah kiranya yang patut jadi suaminya ?” Hasan bin ‘Ali menjawab, “Seorang laki-laki yang bertaqwa kepada Allah, sebab jika ia senang ia akan menghormatinya, dan jika ia sedang marah, ia tidak suka zalim kepadanya.”
2. Memilih calon suami yang bukan dari golongan orang fasiq, yaitu orang yang rusak agama dan akhlaknya, suka berbuat dosa, dan lain-lain.
“Siapa saja menikahkan wanita yang di bawah kekuasaanya dengan laki-laki fasiq, berarti memutuskan tali keluarga.” (HR. Ibnu Hibban, dalam Adh-Dhu’afa’ & Ibnu Adi)
Ibnu Taimiyah berkata, “Laki-laki itu selalu berbuat dosa, tidak patut dijadikan suami. Sebagaimana dikatakan oleh salah seorang salaf.” (Majmu’ Fatawa 8/242)
3. Laki-laki yang bergaul dengan orang-orang sholeh.
4. Laki-laki yang rajin bekerja dan berusaha, optimis, serta tidak suka mengobral janji dan berandai-andai.
5. Laki-laki yang menghormati orang tua kita.
6. Laki-laki yang sehat jasmani dan rohani.
7. Mau berusaha untuk menjadi suami yang ideal, diantaranya: Melapangkan nafkah istri dengan tidak bakhil dan tidak berlebih-lebihan; memperlakukan istri dengan baik, mesra, dan lemah lembut; bersendau gurau dengan istri tanpa berlebih-lebihan; memaafkan kekurangan istri dan berterima kasih atas kelebihannya; meringankan pekerjaan istri dalam tugas-tugas rumah tangga; tidak menyiarkan rahasia suami istri; memberi peringatan dan bimbingan yang baik jika istri lalai dari kewajibannya; memerintahkan istri memakai busana muslimah ketika keluar; menemani istri bepergian; tidak membawa istri ke tempat-tempat maksiat; menjaga istri dari segala hal yang dapat menimbulkan fitnah kepadanya; memuliakan dan menghubungkan silaturahim kepada orang tua dan keluarga istri; memanggil istri dengan panggilan kesukaannya; dan yang terpenting bekerjasama dengan istri dalam taat kepada Allah Ta’ala.
Satu hal yang perlu kita ingat saudariku, bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Jangan pernah membayangkan bahwa laki-laki yang sholeh itu tidak punya cacat & kekurangan. Tapi, satu hal yang tidak boleh kita tinggalkan adalah ikhtiar dengan mencari yang terbaik untuk kita, serta bertawakal kepada Allah dengan diiringi do’a.
Maroji’: Ensiklopedi Wanita Muslimah. Haya bintu Mubaroh Al-Barik.
Karena nikah merupakan amalan yang sangat mulia di sisi Allah Subhaanahu wa Ta’ala dan merupakan rangkaian dari ibadah, maka menikah dalam Islam bukan hanya untuk bersenang-senang atau mencari kepuasan kebutuhan biologis semata. Akan tetapi seharusnyalah pernikahan dilakukan untuk menimba masyarakat kecil yang shalih yaitu rumah tangga dan masyarakat luas yang shalih pula sesuai dengan Al-Qur’an dan As Sunnah menurut pemahaman As Shalafus Shalih.
Perlu diketahui bahwa sesungguhnya pasangan suami isteri dalam kehidupan berumah tangga akan menghadapi banyak problem dan untuk mengatasinya perlu ilmu. Dengan ilmu, pasangan suami istri tahu apa tujuan yang akan dicapai dalam sebuah pernikahan yaitu untuk beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta’ala, dan dalam rangka mencari ridha-Nya semata.
Di samping itu juga dengan ilmu sepasang suami-istri sama-sama mengetahui hak dan kewajibannya. Sehingga jalannya bahtera rumah tangga akan harmonis dan baik.
Suami dan istri juga diamanahi Rabb-Nya untuk mendidik anak keturunannya agar menjadi generasi Rabbani yang tunduk pada Al Qur’an dan As Sunnah sesuai dengan pemahaman salaful ummah. Agar keturunan yang terlahir dari pernikahan tersebut tumbuh di atas dasar pemahaman, dasar-dasar pendidikan imand dan ajaran Islam sejak kecil sampai dewasanya. Sungguh … ini merupakan tugas yang berat dan tentu saja butuh butuh ilmu.
Dari sinilah terlihat betapa pentingnya ilmu sebagai bekal bagi kehidupan rumah tangga muslim.
Tarbiyah Dalam Rumah Tangga
Dalam rumah tangga, suami merupakan tonggak keluarganya, pemimpin yang menegakkan urusan anak dan istrinya.
Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman :
“Kaum laki-laki itu adalah pemipin bagi kaum wanita …�? (An Nisaa : 34)
salah satu tugas suami sebagai qawwam adalah meluruskan keluarganya dari penyimpangan terhadap al-haq dan mengenalkan al-haq itu sendiri. Seharusnyalah seorang suami menyediakan waktunya yang terdiri dari 24 jam untuk mentarbiyah keluarganya yang dimulai dengan istri untuk dipersiapkan sebagai madrasah bagi keturunannya. Tumbuhkan kecintaan terhadap ilmu di hati istri (syukur kalau memang sejak sebelum nikah si istri sudah mencintai ilmu) agar kelak ia dapat mendidik anak-anaknya untuk mencintai ilmu dan beramal dengannya.
Walaupun Islam telah menetapkan bahwa memberikan pengajaran, mendidik dan mengarahkan istri merupakan salah satu kewajiban suami namun sangat disayangkan masih banyak kita jumpai suami yang melalaikan dan menggampangkan hal ini. Atau si suami merasa cukup dengan pengetahuan dien yang minim dari sang istri sehingga menganggap tidak perlu menyediakan waktu untuk mendidik dan memberikan nasehat. Mungkin kasus ini seperti ini tidak hanya kita jumpai di kalangan orang yang awam bahkan di kalangan du’at (para da’i). Kita lihat mereka sibuk mengurusi da’wah di luar rumah, sementara istrinya di rumah tidak sempat didakwahi. Akibatnya si istri tidak ngerti thaharah yang benar, shalat yang sesuai sunnah, mana tauhid mana syirik dan lain-lain (mungkin kalau si istri sebelum menikah sudah mempunyai ilmu, hal tersebut tidak menjadi masalah, tapi bagaimana kalau istrinya masih jahil ?) Sungguh hal ini perlu menjadi perhatian bagi para suami.
Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman :
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu ….�? (QS. At-Tahrim : 6)
Berkata Imam Ali Radiyallahu ‘anhu juga Mujahid dan Qatadah dalam menafsirkan ayat diatas: “Jaga diri kalian dengan amal-amal kalian dan jaga keluarga kalian dengan nasehat kalian�?
Dan sesungguhnya penjagaan itu tidak akan sempurna kecuali dengan iman dan amal yang baik setelah berupaya menjauhi syirik dan perbuatan maksiat. Semuanya ini menuntut adanya ilmu dan persiapan diri untuk mengamalkan apa yang telah diketahui (Lihat Aysaru At-Tafasir li Kalami Al-’Aliyul Kabir juz 5, hal. 387, ta’lif Abu Bakar Jabir Al Jazairi)
Berkata Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya: “Karena itu wajib bagi kaum laki-laki (suami) untuk memperbaiki dirinya dengan ketaatan dan memperbaiki isterinya dengan perbaikan seorang pemimpin atas apa yang dipimpinnya. Dalam hadits yang shahih Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanyai tentang apa yang dipimpinnya. Imam merupakan pemimpin manusia dan ia akan ditanyai tentangnya dan laki-laki (suami) adalah pemimpin keluarganya dan akan ditanyai tentangnya.�?
Al Qusyairi menyebutkan dari Umar Radiyallahu ‘anhu yang berkata tatkala turun ayat dalam surat At Tahrim di atas: “Wahai Rasulullah, kami menjaga diri kami, maka bagaimanakah cara kami untuk menjaga keluarga kami ?�? Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Kalian larang mereka dari apa-apa yang Allah larang pada kalian untuk melakukannya dan perintahkan mereka dengan apa yang Allah perintahkan.�?
Berkata Muqatil: “Yang demikian itu wajib atasnya untuk dirinya sendiri, anaknya, istrinya, budak laki-laki dan perempuannya.�?
Berkata Al-Kiyaa: “Maka wajib atas kita untuk mengajari anak dan istri kita akan ilmu agama, kebaikan serta adab.�? (Lihat Tafsir Al Qurthubi juz 8, hal. 6674-6675).
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam sebagai teladan yang termulia menyempatkan waktu untuk mengajari istrinya sehingga kita bisa mendengar atau membaca bagaimana kefaqihan ummul mu’minin ‘Aisyah Radiyallahu ‘anha.
Para shahabat beliau Radiyallahu ‘anhum, tatkala tatkala turun ayat ke 31 surat An Nur :
… Dan hendaklah mereka (wanita yang beriman) menutupkan kain kudung ke dadanya … (An Nur : 31)
Mereka pulang menemui istri-istrinya dan membacakan firman Allah di atas, maka bersegeralah istri-istri mereka melaksanakan apa yang Allah perintahkan (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, juz 3 hal. 284)
Ini merupakan contoh bagaimana suami menyampaikan kembali kepada istrinya dari ilmu yang telah didapatkannya di majlis ilmu, sudah seharusnya menjadi panutan bagi kita.
Sebagai penutup, kami himbau kepada mereka yang ingin menikah atau sudah menikah agar tidak mengabaikan ilmu, dan berupaya memilih pasangan yang cinta akan ilmu agar kelak anak turunan juga dididik dalam suasana kecintaan akan ilmu.
* JENIS MAKANAN Rupanya tanpa kita sadari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, kita tak boleh sembarangan. Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan penyakit lainnya. Apabila anda telah mengetahui ilmu ini, tolonglah ajarkan kepada yg lainnya.
Ini pun adalah diet Rasullulah SAW kita juga. Ustaz Abdullah Mahmoodz mengungkapkan, Rasullulah tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Insya Allah kalau anda ikut diet Rasullullah ini, anda takkan menderita sakit perut ataupun keracunan makanan.
Jangan makan SUSU bersama DAGING Jangan makan DAGING bersama IKAN Jangan makan IKAN bersama SUSU Jangan makan AYAM bersama SUSU Jangan makan IKAN bersama TELUR Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD Jangan makan SUSU bersama CUKA Jangan makan BUAH bersama SUSU
* CARA MAKAN JANGAN MAKAN BUAH SETELAH MAKAN NASI, SEBALIKNYA MAKANLAH BUAH TERLEBIH DAHULU, BARU MAKAN NASI. TIDUR 1 JAM SETELAH MAKAN TENGAH HARI. JANGAN SESEKALI TINGGAL MAKAN MALAM. BARANG SIAPA YG TINGGAL MAKAN MALAM DIA AKAN DIMAKAN USIA DAN KOLESTEROL DALAM BADAN AKAN BERGANDA.
Nampak memang sulit, tapi kalau tak percaya... cobalah.... Pengaruhnya tidak dalam jangka pendek.... Akan berpengaruh bila kita sudah tua nanti.
* Dalam kitab juga melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut. Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama susu karena akan cepat mendapat penyakit. Ini terbukti oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion+ sedangkan dalam ikan mengandung ion-, jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan dapat merusak usus kita.
* Al-Quran Juga mengajarkan kita menjaga kesehatan spt membuat amalan antara lain:
* Mandi Pagi sebelum subuh, sekurang kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap kedalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Kita boleh saksikan orang yang mandi pagi kebanyakan badan tak gemuk. * Rasulullah mengamalkan minum segelas air sejuk (bukan air es) setiap pagi. Mujarabnya Insya Allah jauh dari penyakit (susah mendapat sakit).
* Waktu sembahyang subuh disunatkan kita bertafakur (yaitu sujud sekurang kurangnya semenit setelah membaca doa). Kita akan terhindar dari sakit kepala atau migrain. Ini terbukti oleh para ilmuwan yang membuat kajian kenapa dalam sehari perlu kita sujud. Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yg tidak dipenuhi darah. Dengan bersujud maka darah akan mengalir keruang tersebut.
* Nabi juga mengajar kita makan dengan tangan dan bila habis hendaklah menjilat jari. Begitu juga ahli saintis telah menemukan bahwa enzyme banyak terkandung di celah jari-jari, yaitu 10 kali ganda terdapat dalam air liur (enzyme sejenis alat percerna makanan)
Wassalam... Sama-samalah kita mengamalkannya....... WallahuA'lam
Sabda Nabi: Ilmu itu milik Allah, barang siapa menyebarkan ilmu demi kebaikan, Insya Allah... Allah akan menggandakan 10 kali
Semoga bisa menjadi referensi pola makan/hidup dan bermanfaat bagi kita semua.
"Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya"QS.80:24
Makhluk manja, cengeng, en lemah, cap kayak gitu yang sering mampir ke cewek. Cewek dinilai manja karena sering minta bantuan untuk urusan angkat berat kayak angkat meja, angkat koper, terus untuk betulin yang jangkauannya sulit kayak ganti genteng bocor, en betulin listrik. Cewek juga dinilai cengeng karena suka banget pake airmata sebagai senjata.
Para cewek pasti protes deh kalo dapetin penilaian kayak gitu. Kita nggak manja en cengeng tuh Kita nggak selalu deh ya minta bantuan untuk urusan begituan. Kita juga nggak segitu seringnya nangis. Kita tuh cewek tipe TeSA, Tegar Sampai Akhir. Hehehe…
Mungkin juga nih karena pengen nunjukin kalo cewek itu kuat maka muncul lah cewek-cewek Genk Nero. Pernah liat video aksi mereka kan? Nggak keliatan banget kalo mereka cewek manja en cengeng. Ya iya lah orang main pukul en hantam temennya sendiri tanpa belas kasihan gitu. Atau kayak para pegulat perempuan di acara semisal WWF alias Smackdown atau American Gladiator? Para cewek yang benar-benar macho!
Para cewek protes lagi neh. Kita emang tegar, tapi nggak se-macho itu kalleeee. Apalagi kalo disamain kayak para cewek Nero yang brutal, nolak mentah-mentah! Nah, sebenarnya cewek itu kudu kayak gimana sih supaya bisa tampil sebagai cewek super? Cewek yang nggak dianggap sebelah mata tapi juga nggak jadi kayak monster? Hmmm … tipe cewek yang kayak gimana ya?
Macam-macam formula Supergirl masa kini Kalo ditanya ke para cewek soal kriteria cewek super bisa jadi jawabannya macem-macem. Nah, menurut hasil pemantauan saya (kayak detektif aje J) yang berikut ini nih yang biasanya jadi formula para cewek untuk bisa jadi cewek super:
Formula 1: Supergirl = P+R+S+F (Keterangan: P=Pretty, R=Rich, S=Smart, F= Famous) Bagi sebagian cewek, supergirl ataucewek super itu harus oke secara fisik (pretty), oke juga secara finansial (rich), dan tentu harus oke secara otak (smart). Dan, nggak cuma itu dia juga kudu en wajib terkenal (famous). Wah, kalo cewek bisa kayak gitu, komplit deh. Udah cantik, kaya, pinter, terkenal pula! Super! Tapi, para cewek yang lain pasti pada protes tuh. Kalo emang itu formulanya, berarti dikit dong yang bisa. Karena kan nggak semua cewek itu dilahirkan sebagai orang kaya seperti Paris Hilton. Cantik? Itu sih relatif banget. Apalagi kalo diharuskan terkenal? Waduh butuh biaya kampanye lagi tuh supaya bisa dikenal luas. Iya kalo dibela-belain utang terus emang jadi terkenal, kalo nggak? Kan bisa giling habis. Formula kayak gini sih nggak fair deh.
Formula 2: Supergirl = C1+C2+G (Keterangan: C1=Cerdas, C2=Cantik, G=Gaul) Buat sebagian cewek yang lain, untuk bisa dipandang sebagai cewek yang super dan nggak dipandang rendah itu nggak harus punya duit banyak. Lagian, duit juga duit ortu bukan punya sendiri. Cewek super itu kudu cewek yang cerdas seiring kecantikan paras, plus gaul gitu loh! Karena percuma aja kalo jadi cewek cantik en cerdas, nilai pelajaran selalu tinggi, tapi nggak kenal lingkungan, atau dikenal sama lingkungan, nggak pas juga. Kalo nggak gaul, bukan cewek super, karena nggak lengkap katanya.
Dan, untuk jadi gaul nggak butuh biaya kampanye. Cukup dengan memberikan senyum paling indah en tulus, sapa kiri-kanan, dan ringan tangan siap memberikan pertolongan. Nah, itu baru pas. Itu versi cewek dengan formula ini.
Formula 3: Supergirl = S1+S2+T (Keterangan: S1=Smart, S2=Sehat, T=Terawat) Nah, ini formula yang lain untuk jadi cewek super. Formula ini dipake oleh para cewek yang menolak CANTIK dimasukkan sebagai salah satu faktor. Karena cantik itu kan relatif. Makanya nggak usah pake kata CANTIK, tapi TERAWAT. Buat para pengguna formula jenis ini cewek super itu adalah cewek yang pinter alias smart. Tapi, smart aja nggak cukup. Kalo pinter tapi tukang pingsan? Nggak deh. Makanya cewek juga kudu sehat plus terawat.
Jadi, cewek dengan formula jenis ini adalah mereka yang rajin ke perpustakaan, rajin ikut bimbingan belajar, en rajin mempelajari kembali catatan. Mereka juga rajin ke gym untuk ikut senam, en of course rajin ke salon untuk dapet perawatan, atau kalo nggak cukup dana ya rajin beli bedak dingin untuk luluran secara tradisional.
Formula 4: Supergirl = T.B.C (Keterangan: T=Tough, B=Brave, C=Calm) Formula ini dipake biasanya oleh para cewek yang nggak suka urusan ranking sekolah atau prestasi akademik en urusan fisik dibawa-bawa. Untuk jadi super girl faktor wajah dan bodi nggak masuk itungan. Menjadi cewek super itu nggak harus pintar atau dapet nilai A atau B, tapi yang penting tough (ulet). Bukan ulet bulu lho ya. Karena, kalopun seorang cewek itu nggak pinter-pinter amat, tapi dia ulet, gigih dalam memahami pelajaran, dia juga pasti bisa dapet nilai bagus. Tambahan, cewek yang gigih bisa lebih survive dibanding cewek yang pinter, karena hidup kan nggak cuma urusan sekolah, kuliah, ranking, nilai. Hidup itu penuh dengan berbagai macam persoalan.
Cewek super juga kudu brave (berani). Berani ngadepin persoalan dan cari solusi. Bukannya lari dari persoalan, karena itu malah bikin persoalan tambahan. Tapi, nggak lupa juga, sebagai cewek unsur kelembutan (calm) tetep harus dipertahankan. Gigih, berani, bukan berarti tega main kasar kan? Gitu kalo versi para cewek formula 4.
Formula 5: Supergirl = (S+H)/R (Keterangan: S=Smart, H=Healthy, R=Religious) Oleh para cewek yang “penganut” formula ini smart yang dimaksud nggak melulu diartikan sebagai cewek dengan IQ tinggi. Tapi, smart yang ini lebih ke kemampuan untuk memecahkan persoalan hidup. Karena percuma jadi cewek dengan IQ tinggi tapi gamang bahkan putus asa pas tertimpa permasalahan hidup. Terus juga, jadi cewek itu harus sehat, kuat, nggak gampang sakit. Jadi, aktivitas bisa terus optimal dilakukan. Plus, urusan aktivitas akal dan aktivitas fisik harus sebanding dengan kadar spiritual (religious) yang dimiliki. Contohnya nih, jangan sampe jadi cewek pinter dan kuat tapi lupa sholat. Semua aspek kudu jalan. Tapi, kadang cewek yang ngejalanin formula ini sukanya nafsi-nafsi alias gua-gua, elo-elo. Yang penting gua udah sholat, udah puasa, udah berjilbab. Kalo ada orang lain yang nggak sholat, belum pake jilbab ya itu urusan dia sama Allah. Kita sih nggak ikut-ikutan. Kan masing-masing udah ada bagian hitungannya. Well … padahal kan Islam nggak cuma urusan individu doang, Sis. Apalagi sesama muslim itu kan bersaudara, jadi sebenarnya kudu ada aktivitas saling ngingetin juga.
Jadi Cewek CDMA Yuk! CDMA? Apalagi tuh. Kayak henpon aja. Eit! Yang ini bukan singkatan dari Code Division Multiple Access . Tapi, CDMA itu adalah Creative, Dynamic, Master of, en Adorable personality.
Apalagi tuh? Ini formula berikutnya selain dari lima formula di atas. Formula ini bisa dipake oleh semua cewek muslim, di mana aja, kapan aja, nggak liat penampilan fisik, nggak pandang status sosial. Plus, plus, plus … cewek yang bisa menerapkan formula ini bisa jadi survivor en juga pemenang. Bahkan, dia nggak cuma selamat dan menang sendirian. Dia bisa jadi penolong orang lain sehingga bisa juga jadi pemenang. Penasaran? Kita ulik satu-satu … yuuuuk!
Creative Pengen jadi cewek super kudu kreatif. Kreatif nggak ada hubungannya sama nilai dan ranking sekolah. Semua cewek bisa jadi cewek yang kreatif kok. Kreativitas itu adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru yang outputnya bisa nantinya berupa aktivitas atau juga produk barang. John Kao, pengarang buku Jamming: The Art and Discipline in Bussiness Creativity, (1996), bilang, “Kita semua memiliki kemampuan kreatif yang mengagumkan, dan kreativitas bisa diajarkan dan dipelajari.”
Cateeet! Kreativitas bisa diajarkan dan dipelajari. Dan, itu emang sejalan banget dengan konsep Islam. Allah kan kasih akal ke semua manusia, termasuk para cewek. Akal itu proses berpikir yang melibatkan otak, panca indera, fakta, dan berbagai informasi yang kita udah serap selama ini. Keberadaan akal itulah yang bikin semua cewek punya peluang besar jadi cewek yang kreatif.
Tinggal temen-temen nih mau nggak memotivasi diri untuk terus belajar, mengasah akal, terus berpikir untuk cari dan bikin sesuatu yang baru. Yang pasti sesuatu yang baru itu harus yang positif ya. Halal atau haram, benar atau salahnya kudu disesuaikan dengan syari’at Islam. Pastinya dong. Akal kan anugerah Allah. Berarti gimana penggunaan akal kita jalanin kudu disesuain dengan maunya Allah.
Jangan sampe kekreativitasan kita malah bikin kita sengsara dan orang lain menderita. Kayak jenis kreativitas tangan ala koruptor dan pelaku ilegal logging, atau pemilik dan pengedar narkoba yang kreatif bikin produk baru dan mangsa baru. Naudzubillahi min dzalik.
Dynamic Cewek super juga kudu dinamis. Nggak diem di tempat dalam artian secara fisik juga visi. Cewek super itu harus aktif dalam menjalani hal yang produktif dan positif, nggak pasif. Jadi, orang pertama yang menyuarakan dan menjalankan kebenaran.
Secara visi, dia juga bukan tipe dreamer alias pemimpi. Sekali dia punya visi tentang satu hal atau dia punya cita-cita, dia akan terus bergerak untuk mewujudkan visi dan cita-citanya. Dan, bagi muslimah sejati, nggak ada visi yang paling agung dan mulia selain tegaknya kembali syari’ah Islam di muka bumi, sehingga umat yang kini hina dan terjajah bisa kembali menjadi umat yang jaya.
Untuk bisa jadi cewek yang dinamis en aktif kayak gitu, kekuatan fisik emang harus diperhatikan. Cewek juga harus kuat! Makanya, teteplah harus perhatiin kondisi badan. Makan, istirahat udah ada porsinya masing-masing. Jangan berlebihan, jangan juga sampe men-zalimi diri sendiri.
Master of Cewek super juga kudu jadi ahli di bidang yang dia minati atau geluti. Jangan setengah-setengah. Kalo emang minat sama ilmu pasti kayak fisika, matematika, kimia, harus jadi ahlinya. Kalo minat en suka nulis ya belajar terus sampai jadi penulis yang mumpuni. Karena kalo setengah-setengah bakal sulit buat kita untuk nerapin itu dalam kehidupan. Kan, ilmu yang bermanfaat itu yang bisa berguna untuk kehidupan, baik diri-sendiri juga orang lain, yang bikin hidup orang lain itu tercerahkan. Tercerahkan dalam arti yang hakiki yaitu ketika dengan keahlian itu kita dan orang lain jadi makin beriman dan tunduk kepada syariat Allah, bukan malah jadi orang sombong dan lupa Allah. Ketika keahlian bersanding dengan keimanan maka keahlian yang bikin bumi damai dan sejahtera insya Allah bisa jadi kenyataan.
Adorable personality Nah, nih dia pamungkasnya. Kreatif? Udah. Dinamis? Udah. Master of? Lagi terus berjuang. Itu semua nggak bakal bertahan kalo nggak diperisai dengan kepribadian yang mengagumkan (Adorable personality). Kepribadian yang mengagumkan itu nggak bakal kita punya kalo nggak disandarkan kepada akidah kita yaitu Islam. Kita kudu konsisten berpikir dan bersikap hanya dengan sandaran syariat Islam. Nggak gampang emang, tapi kita nggak boleh nyerah untuk bisa jadi cewek super yang dicintai Allah dan dinanti oleh surgaNya, kan.
Supergirl is not an Angel Supergirl juga manusia. Sebagai manusia pastinya nggak lepas dari kekurangan dan khilaf. Cewek super itu bukan malaikat yang bersih dari dosa. Makanya, kita tetep harus mawas diri, saling ngingetin satu sama lain, saling membesarkan hati satu sama lain. Dengan begitu mudah-mudahan para supergirl akan terus eksis dan nantinya bisa mengajak manusia kembali kepada Allah dan aturanNya, serta membebaskan bumi dan seisinya dari cengkeraman para manusia bulus, rakus, dan durjana. Sehingga berkah Allah akan turun dari langit dan muncul dari bumi seperti dulu ketika Islam jaya. Allahu Akbar! [nafiisah fb: http://nafiisahfb.co.cc]
MUHARAM adalah bulan pertama dalam tahun Islam (Hijrah). Sebelum Rasulullah berhijrah dari Makkah ke Yathrib, kiraan bulan dibuat mengikut tahun Masihi. Hijrah Rasulullah memberi kesan besar kepada Islam sama ada dari sudut dakwah Rasulullah, ukhuwwah dan syiar Islam itu sendiri.
Pada asasnya, Muharam membawa maksud 'diharamkan' atau 'dipantang', iaitu Allah SWT melarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Namun demikian larangan ini ditamatkan setelah pembukaan Makkah (Al Baqarah: 91). Sejak pemansuhan itu, umat Islam boleh melaksanakan tugas dan ibadat harian tanpa terikat lagi dengan larangan berkenaan.
Doa akhir tahun :
dibaca 3 kali pada akhir waktu Asar atau sebelum masuk waktu Maghrib pada akhir bulan Zulhijjah.
Sesiapa yang membaca doa ini, syaitan berkata: "Kesusahan bagiku dan sia-sialah pekerjaanku menggoda anak Adam pada setahun ini dan Allah binasakan aku satu saat jua. Dengan sebab membaca doa ini, Allah ampunkan dosanya setahun."
Berikut adalah Doa Akhir Tahun:
Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian alam. Selawat dan salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w. serta ahli keluarga baginda dan para sahabatnya.
Ya allah, sesungguhnya pada tahun ini aku telah melakukan laranganMu tetapi aku masih belum bertaubat sedangkan Engkau tidak reda dan melupai perkara itu. Engkau telah menangguhkan azabMu yang telah ditetapkan kepadaku. Engkau telahmemerintah supaya aku bertaubat dari kesalahan itu. Sesungguhnya pada hari ini aku memohon keampunan dariMu, ampunilah aku dan apa yang telah aku lakukan pada tahun ini yang Engkau redai dan Engkau janjikan pahala maka aku memohonnya daripada Engkau. Ya Allah, Ya Karim, Ya Zaljalali Wal Ikram.
Selawat dan salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w serta ahli keluarga baginda dan para sahabatnya. Segala puji hanya bagi Allah, tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam...Amin...
Waktu membacanya: Doa akhir tahun dibaca 3 kali pada akhir waktu Asar atau sebelum masuk waktu Maghrib pada akhir bulan Zulhijjah. Sesiapa yang membaca doa ini maka akan berkata syaitan, "Kesusahan bagiku dan sia-sialah pekerjaanku menggoda anak Adam pada tahun ini dan Allah akan membinasakan aku pada saat itu juga. Dengan membaca doa ini allahakan engampunkan dosanya setahun."
Doa Awal Tahun :
: dibaca 3 kali selepas maghrib pada malam satu Muharram. Sesiapa yang membaca doa ini, syaitan berkata:
"Telah amanlah anak Adam ini daripada godaan pada tahun ini kerana Allah telah mewakilkan dua Malaikat memeliharanya daripada fitnah Syaitan."
Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian alam. Selawat dan salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w serta ahli keluarga baginda dan para sahabatnya.
Ya Allah, Engkaulahyang kekal abadi untuk selama-lamanya. Demi kelebihanMu yang Maha Agong dan kemurahanMu yang melimpah, sesungguhnya pada tahun ini aku memohon kepadaM perlindungan daripada syaitan yang direjam, dari sekalan kuncunya, tenteranya dan penolongnya. aku juga memohon perlindungan daripada nafsu amarah yang sentiasa mendoong ke arah kejahatan danmelalaikan dengan perkara yang tidak berfaedah daripada mendekatkan diriku kepadaMu.
Selawat serta salam ke atas junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w. serta ahli keluarga baginda dan paa sahabat. Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian alam....Amin...
Waktu membacanya: Doa ini dibaca 3 kali setelah masuk waktu maghrib pada malam 1 Muharram, Sesiapa yang membaca doa ini maka akan berkaa syaitan, "Telah amanlah anak Adam daripada godaanku pada tahun ini kerana Allah telah mewakilkan dua malaikat untuk memeliharanya dari fitnah syaitan."
dikutip dari : http://www.ashtech.com.my/bulanislam/Muharam.html
Dalam Islam, suci dan kotornya hati memiliki arti yang sangat penting. Hati yang suci dan hati yang kotor ikut menentukan tingkat keberimanan seseorang. Sebuah ungkapan yang sangat terkenal dari Rasulullah berbunyi: “Iman seorang hamba tidaklah lurus sebelum lurus hatinya. Dan tidaklah lurus hatinya sebelum lurus lisannya.” Kalau hati seseorang kotor, atau bepenyakit, maka imannya menjadi menipis. Sementara kalau hati bersih, atau sehat, maka imannya menguat.
Penulis: H. Fuad Nashori
Ahli Psikologi Islami, sehari-hari beliau menjabat sebagai Ketua Umum PP Asosiasi Psikologi Islami Indonesia dan Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, (UII) Yogyakarta.
Tulisan yang banyak merujuk pada pandangan Ibnu Qayyim al-Jauzy ini akan mengungkap bagaimana tanda-tanda penyakit hati, sebab-sebab penyakit hati, dan upaya penyembuhannya.
Tanda-tanda Penyakit Hati
Pada dasarnya ada dua tanda penyakit hati. Pertama, tidak merasa sakit dan tidak merasa menyesal atas dosa-dosa yang diperbuat dan tidak mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Contonya adalah memakan uang rakyat tanpa merasa bersalah, menculik, menjarah, mengambil hak orang lain dengan tenang dan tanpa perasaan berdosa. Bahkan, kadang seseorang merasa bangga atas “prestasinya” melakukan sejumlah perbuatan dosa yang sesungguhnya sangat menjijikkan (misalkan: seorang laki-laki bangga telah menggauli sejumlah wanita dari Eropa, Afrika, Arab, Jepang, pribumi, dan sebagainya). Ada pula yang berbicara lantang tentang kebenaran walaupun dirinya sendiri menyimpang dari jalan kebenaran itu tanpa perasaan berdosa.
Kedua, condong kepada santapan ruhani yang mudharat (buruk) dan menghindari santapan ruhani yang bermanfaat (baik). Saat ada panggilan atau anjuran untuk mengikuti cara berpikir atau cara berperilaku yang buruk, mereka cepat dalam meresponnya. Sementara bila ada anjuran yang dapat menjadikan mereka lebih tinggi kualitas pribadinya, mereka cenderung menolaknya.
Sebab-sebab Penyakit Hati
Tanda-tanda penyakit di atas terjadi karena ada beberapa sebab. Penyebab penyakit hati pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu kata-kata iseng, memandang sesuatu secara berlebihan, makan secara berlebih-lebihan, dan bergaul secara bebas.
Pertama, kata-kata iseng yang tidak berguna. Kata-kata iseng sangat mudah kita ucapkan dengan harapan orang menjadi tertarik dengan kata-kata kita. Padahal kata-kata iseng dapat menyebabkan tidak lurusnya hati manusia. Sebuah hadis yang disampaikan Anas bin Malik radhiyallahu anhu mengungkapkan bahwa Rasulullah bersabda: “Iman seorang hamba tidaklah lurus sebelum lurus hatinya. Dan tidaklah lurus hatinya sebelum lurus lisannya.”
Pembicaraan-pembicaraan yang tidak berguna menyebabkan hati menjadi menurun kualitasnya. Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu berkata: “Jangan kalian memper-banyak ucapan selain dzikrullah, karena banyak omongan itu menyebabkan kesatnya hati. Dan bahwa manusia yang paling jauh dari Allah Azza wa jalla adalah manusia yang berhati kesat kasar.” Maka, dapat disimpulkan bahwa kata-kata iseng dapat menyebabkan hati rentasng terhadap penyakit.
Kedua, memandang hal yang semestinya tidak dipandang. Di dunia ini ada hal-hal yang seharusnya dipandang, ada pula yang sebaiknya dipandang, di samping ada pula yang tidak boleh dipandang. Orang bijak mengatakan: “Antara hati dan mata ada tali penghubung. Bila mata rusak, maka rusaklah hati dan menjadikannya seperti keranjang sampah berisi tumpukan sampah dan macam-macam kotoran.” Pemandangan-pemandangan yang buruk memiliki pengaruh terhadap hati manusia. Kalau yang dipandang adalah hal-hal yang berbau pornografis, kekerasan (violence), pengrusakan (vandalism), dan agresivitas, maka hal-hal demikian dapat menyebabkan hati menjadi rusak kualitasnya. Sebagai contoh, kalau seseorang banyak menonton tontonan kekerasan, maka orang ini akan kehilangan kepekaan terhadap kekerasan. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa paparan kekerasan yang berulang-ulang dapat menyebutnya ada penumpulan emosi yang selanjutnya mempengaruhi kemampuan empati terhadap penderitaan korban dalam kehidupan nyata dan menurunkan kesiapan untu menolong. Dalam hal seperti ini, ahli psikologi menyebutnya sebagai desensitisasi (desensitization). Dalam suatu eksperimen (Thomas dkk, 1977) ditemukan bahwa anak-anak dan mahasiswa menjadi tidak peka lagi terhadap penderitaan akibat akibat agresi dan kekerasa setelah menonton drama polisi yang penuh kekasaran. Karena terbiasa melihat kekejaman, mereka tidak lagi kasihan atau terkejut ketika melihat kekerasan dan kekejian.
Yang perlu diperhatikan oleh manusia adalah bahwa iblis dapat menjadikan sesuatu yang sesunguhnya buruk tampak seperti sesuatu yang baik dan indah. Hal ini difirmankan Allah Azza wa jalla dalam al-Qur’an. Sebagai misal, pornografi adalah hal yang buruk, tapi ibadah menjadikan pemandangan ini sebagai sesuatu yang tampak indah.
Oleh karena Allah Azza wa jalla menganjurkan kepada manusia agar menunduk-kan pandangannya. Dalam al-Qur’an Surat an-Nur ayat 30, Allah Azza wa jalla berfirman: “Katakanlah kepada orang yang beriman supaya mereka menundukkan pandangannya (dari melihat yang terlarang) dan menjaga kehormatannya. Itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Mengetahui apa-apa yang mereka lakukan.”
Ketiga, makan secara berlebih-lebihan. Segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik. Kalau seseorang makan secara cukup, maka itu akan menjadikannya tetap sehat. Sementara kalau seseorang makan secara berlebihan, maka secara fisik ia akan dirugikan, yaitu hadirnya kegemukan (obesity). Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seseorang mengisi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi manusia beberapa suapan saja untuk menegakkan punggungnya. Jika tidak mungkin demikian, maka hendaklah sepertiga dari perutnya diisi dengan makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk pernapasan.”
Keempat, adalah bergaul atau berkawan secara bebas. Sudah sangat disadari bahwa lingkungan yang baik akan menjadikan kita baik. Sebaliknya, kawan atau sahabat yang berkarakter buruk akan menjadikan kita buruk. Pesan yang disampaikan Rasulullah “bergaullah dengan orang yang saleh” mengisyaratkan bahwa orang yang baik akan memberi pengaruh baik pada kita. Sebaliknya, kalau kawan buruk, maka kita bisa terpengaruh dengannya, yaitu kita menjadi mudah berpikir dan berperilaku buruk. Mengapa demikian? Salah satu kemungkinannya adalah adanya kecenderungan dalam diri manusia untuk bersikap konformis atau bersikap seragam dengan orang-orang yang ada di sekitarnnya. Hal ini didasari oleh pertimbangan bahwa setiap orang ingin diterima oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Maka, cara yang ditempuh orang dalam berbagai situasi adalah mengikuti pola yang dikembangkan oleh kelompok atau pola yang dikembangkan orang lain, bahkan biarpun hal itu tidak kita setujui. Contoh esktrim yang dapat kita angkat adalah kesediaan orang Indonesia selama 32 tahun mengikuti sistem politik otoriter yang digariskan Soeharto. Kita menyesuaikan diri untuk menjadi orang Indonesia yang taat kepada pemerintah, tetapi hal itu menjadikan kita sulit untuk memilih yang sungguh-sungguh benar menurut keyakinan kita.
Cara Menyembuhkan Penyakit Hati
Ada beberapa cara penyembuhan penyakit hati. Pertama, dzikrullah. Yaitu memperbanyak dzikir kepada Allah. Dalam ayat suci al-Qur’an, Allah menandaskan bahwa kalau seseorang banyak berdzikir, maka akan tenanglah hati seseorang. Dzikir itu sendiri dapat dibaca dalam segala situasi, yaitu ketika berdiri, duduk, dan terlentang. Adapun dzikir-dzikir yang bisa dijadikan contoh adalah Subhanallah, wa Alhamdulillah. La Ilaha Illallah, Allahu Akbar, La haula wa la quwwata illah billah.
Kedua, tilawatil qur’an. Dengan memperbanyak al-Qur’an, kita memperbanyak pahala. Pahala bagaikan air yang dapat menghapus kotoran atau penyakit yang ada dalam diri seseorang.
Ketiga, istighfar. Istighfar adalah salah satu bentuk pertaubatan. Pada dasarnya, kalau seseorang beristighfar, seseorang menilai dirinya dalam keadaan bermasalah atau dalam keadaan salah.
Keempat, doa. Doa melambangkan adanya harapan (hope) dalam diri seseorang. Dalam Islam diterangkan bahwa kalau seseorang berdoa, dia menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat diharapkan. Kelima, shalawat nabi. Keenam, qiyamul lail. Yaitu, terbangun di waktu malam untuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wa jalla.
Syukurku,, ku panjatkan pada Mu.. Cuma Engkau tempat ku mengadu. Ya Allah Ya Rahim,, Mengapa Engkau berikan ini padaku Cobaan yang begitu berat bagiku... Untung saja Kau masih berikan rasa malu itu padaku..
Aku hanya orang biasa.. Yang masih mencari banyak ilmu.. Ya Tuhan ,, mohon jagakan hati ini.. Supaya tidak tersesat di jalanMu..
Mungkin ku masih harus banyak merenung.. Kucurahkan semua hati ini untuk rasa cinta kepada Mu Rasa Cinta yg tidak pernah berhenti..
terima kasih Engkau memberikan Cinta yang tulus.. Aku bukan apa2.. Aku gak punya banyak ilmu untuk itu.,.
Terkadang aku masih merengek untuk dibelas kasih... Aku seperti ini bukan untuk mencari perhatian orang2 disekililingku... TErkadang aku butuh puitis untuk mengungkapka rasa Cinta yg dalam ini..
Terima Kasih,, Kau memberikan org2 hebat disekitarku... TApi entah kenapa,, aku masih saja kesal akan diriku.. akan org lain..
Tolong aku... Tolong aku.. Berikan yang terbaik padaku.. Mungkin Kau bisa memberikan rasa Malu untuk menjaga diriku.. Menjaga martabatku.. Menjaga Harga Diriku..
Pertanyaan: 1. Apabila seorang muslim ingin menikah, bagaimana syariat mengatur cara mengenal seorang muslimah sementara pacaran terlarang dalam Islam? 2. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masing-masing? 3. Bagaimana hukum seorang ikhwan (lelaki) mengungkapkan perasaannya (sayang atau cinta) kepada akhwat (wanita) calon istrinya?
Dijawab oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari:
Benar sekali pernyataan anda bahwa pacaran adalah haram dalam Islam. Pacaran adalah budaya dan peradaban jahiliah yang dilestarikan oleh orang-orang kafir negeri Barat dan lainnya, kemudian diikuti oleh sebagian umat Islam (kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala), dengan dalih mengikuti perkembangan jaman dan sebagai cara untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Syariat Islam yang agung ini datang dari Rabb semesta alam Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, dengan tujuan untuk membimbing manusia meraih maslahat-maslahat kehidupan dan menjauhkan mereka dari mafsadah-mafsadah yang akan merusak dan menghancurkan kehidupan mereka sendiri. Ikhtilath (campur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram), pergaulan bebas, dan pacaran adalah fitnah (cobaan) dan mafsadah bagi umat manusia secara umum, dan umat Islam secara khusus, maka perkara tersebut tidak bisa ditolerir. Bukankah kehancuran Bani Israil –bangsa yang terlaknat– berawal dari fitnah (godaan) wanita? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Telah terlaknat orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil melalui lisan Nabi Dawud dan Nabi ‘Isa bin Maryam. Hal itu dikarenakan mereka bermaksiat dan melampaui batas. Adalah mereka tidak saling melarang dari kemungkaran yang mereka lakukan. Sangatlah jelek apa yang mereka lakukan.” (Al-Ma`idah: 79-78) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (indah memesona), dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kalian sebagai khalifah (penghuni) di atasnya, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerhatikan amalan kalian. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita, karena sesungguhnya awal fitnah (kehancuran) Bani Israil dari kaum wanita.” (HR. Muslim, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memperingatkan umatnya untuk berhati-hati dari fitnah wanita, dengan sabda beliau:
“Tidaklah aku meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya terhadap kaum lelaki dari fitnah (godaan) wanita.” (Muttafaqun ‘alaih, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma) Maka, pacaran berarti menjerumuskan diri dalam fitnah yang menghancurkan dan menghinakan, padahal semestinya setiap orang memelihara dan menjauhkan diri darinya. Hal itu karena dalam pacaran terdapat berbagai kemungkaran dan pelanggaran syariat sebagai berikut: 1. Ikhtilath, yaitu bercampur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjauhkan umatnya dari ikhtilath, sekalipun dalam pelaksanaan shalat. Kaum wanita yang hadir pada shalat berjamaah di Masjid Nabawi ditempatkan di bagian belakang masjid. Dan seusai shalat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiam sejenak, tidak bergeser dari tempatnya agar kaum lelaki tetap di tempat dan tidak beranjak meninggalkan masjid, untuk memberi kesempatan jamaah wanita meninggalkan masjid terlebih dahulu sehingga tidak berpapasan dengan jamaah lelaki. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha dalam Shahih Al-Bukhari. Begitu pula pada hari Ied, kaum wanita disunnahkan untuk keluar ke mushalla (tanah lapang) menghadiri shalat Ied, namun mereka ditempatkan di mushalla bagian belakang, jauh dari shaf kaum lelaki. Sehingga ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam usai menyampaikan khutbah, beliau perlu mendatangi shaf mereka untuk memberikan khutbah khusus karena mereka tidak mendengar khutbah tersebut. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu dalam Shahih Muslim. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sebaik-baik shaf lelaki adalah shaf terdepan dan sejelek-jeleknya adalah shaf terakhir. Dan sebaik-baik shaf wanita adalah shaf terakhir, dan sejelek-jeleknya adalah shaf terdepan.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu) Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Hal itu dikarenakan dekatnya shaf terdepan wanita dari shaf terakhir lelaki sehingga merupakan shaf terjelek, dan jauhnya shaf terakhir wanita dari shaf terdepan lelaki sehingga merupakan shaf terbaik. Apabila pada ibadah shalat yang disyariatkan secara berjamaah, maka bagaimana kiranya jika di luar ibadah? Kita mengetahui bersama, dalam keadaan dan suasana ibadah tentunya seseorang lebih jauh dari perkara-perkara yang berhubungan dengan syahwat. Maka bagaimana sekiranya ikhtilath itu terjadi di luar ibadah? Sedangkan setan bergerak dalam tubuh Bani Adam begitu cepatnya mengikuti peredaran darah . Bukankah sangat ditakutkan terjadinya fitnah dan kerusakan besar karenanya?” (Lihat Fatawa An-Nazhar wal Khalwah wal Ikhtilath, hal. 45) Subhanallah. Padahal wanita para shahabat keluar menghadiri shalat dalam keadaan berhijab syar’i dengan menutup seluruh tubuhnya –karena seluruh tubuh wanita adalah aurat– sesuai perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-Ahzab ayat 59 dan An-Nur ayat 31, tanpa melakukan tabarruj karena Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang mereka melakukan hal itu dalam surat Al-Ahzab ayat 33, juga tanpa memakai wewangian berdasarkan larangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, dan yang lainnya :
وَلْيَخْرُجْنَ وَهُنَّ تَفِلاَتٌ
“Hendaklah mereka keluar tanpa memakai wewangian.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang siapa saja dari mereka yang berbau harum karena terkena bakhur untuk untuk hadir shalat berjamaah sebagaimana dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 53:
“Dan jika kalian (para shahabat) meminta suatu hajat (kebutuhan) kepada mereka (istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka mintalah dari balik hijab. Hal itu lebih bersih (suci) bagi kalbu kalian dan kalbu mereka.” Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan mereka berinteraksi sesuai tuntutan hajat dari balik hijab dan tidak boleh masuk menemui mereka secara langsung. Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata: “Maka tidak dibenarkan seseorang mengatakan bahwa lebih bersih dan lebih suci bagi para shahabat dan istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan bagi generasi-generasi setelahnya tidaklah demikian. Tidak diragukan lagi bahwa generasi-generasi setelah shahabat justru lebih butuh terhadap hijab dibandingkan para shahabat, karena perbedaan yang sangat jauh antara mereka dalam hal kekuatan iman dan ilmu. Juga karena persaksian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap para shahabat, baik lelaki maupun wanita, termasuk istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri bahwa mereka adalah generasi terbaik setelah para nabi dan rasul, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim. Demikian pula, dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah menunjukkan berlakunya suatu hukum secara umum meliputi seluruh umat dan tidak boleh mengkhususkannya untuk pihak tertentu saja tanpa dalil.” (Lihat Fatawa An-Nazhar, hal. 11-10) Pada saat yang sama, ikhtilath itu sendiri menjadi sebab yang menjerumuskan mereka untuk berpacaran, sebagaimana fakta yang kita saksikan berupa akibat ikhtilath yang terjadi di sekolah, instansi-instansi pemerintah dan swasta, atau tempat-tempat yang lainnya. Wa ilallahil musytaka (Dan hanya kepada Allah kita mengadu) 2. Khalwat, yaitu berduaannya lelaki dan wanita tanpa mahram. Padahal Rasululllah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Hati-hatilah kalian dari masuk menemui wanita.” Seorang lelaki dari kalangan Anshar berkata: “Bagaimana pendapatmu dengan kerabat suami? ” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Mereka adalah kebinasaan.” (Muttafaq ‘alaih, dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram.” (Muttafaq ‘alaih, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma) Hal itu karena tidaklah terjadi khalwat kecuali setan bersama keduanya sebagai pihak ketiga, sebagaimana dalam hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya, karena setan akan menyertai keduanya.” (HR. Ahmad) 3. Berbagai bentuk perzinaan anggota tubuh yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
“Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah(lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan.” Hadits ini menunjukkan bahwa memandang wanita yang tidak halal untuk dipandang meskipun tanpa syahwat adalah zina mata . Mendengar ucapan wanita (selain istri) dalam bentuk menikmati adalah zina telinga. Berbicara dengan wanita (selain istrinya) dalam bentuk menikmati atau menggoda dan merayunya adalah zina lisan. Menyentuh wanita yang tidak dihalalkan untuk disentuh baik dengan memegang atau yang lainnya adalah zina tangan. Mengayunkan langkah menuju wanita yang menarik hatinya atau menuju tempat perzinaan adalah zina kaki. Sementara kalbu berkeinginan dan mengangan-angankan wanita yang memikatnya, maka itulah zina kalbu. Kemudian boleh jadi kemaluannya mengikuti dengan melakukan perzinaan yang berarti kemaluannya telah membenarkan; atau dia selamat dari zina kemaluan yang berarti kemaluannya telah mendustakan. (Lihat Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, pada syarah hadits no. 16 22) Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan.” (Al-Isra`: 32) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
“Demi Allah, sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi, maka itu lebih baik dari menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 226) Meskipun sentuhan itu hanya sebatas berjabat tangan maka tetap tidak boleh. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
“Tidak. Demi Allah, tidak pernah sama sekali tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyentuh tangan wanita (selain mahramnya), melainkan beliau membai’at mereka dengan ucapan (tanpa jabat tangan).” (HR. Muslim) Demikian pula dengan pandangan, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam surat An-Nur ayat 31-30:
“Katakan (wahai Nabi) kepada kaum mukminin, hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari halhal yang diharamkan) –hingga firman-Nya- Dan katakan pula kepada kaum mukminat, hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari hal-hal yang diharamkan)….” Dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata:
“Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang tiba-tiba (tanpa sengaja)? Maka beliau bersabda: ‘Palingkan pandanganmu’.” Adapun suara dan ucapan wanita, pada asalnya bukanlah aurat yang terlarang. Namun tidak boleh bagi seorang wanita bersuara dan berbicara lebih dari tuntutan hajat (kebutuhan), dan tidak boleh melembutkan suara. Demikian juga dengan isi pembicaraan, tidak boleh berupa perkara-perkara yang membangkitkan syahwat dan mengundang fitnah. Karena bila demikian maka suara dan ucapannya menjadi aurat dan fitnah yang terlarang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Maka janganlah kalian (para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berbicara dengan suara yang lembut, sehingga lelaki yang memiliki penyakit dalam kalbunya menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yang ma’ruf (baik).” (Al-Ahzab: 32) Adalah para wanita datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan di sekitar beliau hadir para shahabatnya, lalu wanita itu berbicara kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepentingannya dan para shahabat ikut mendengarkan. Tapi mereka tidak berbicara lebih dari tuntutan hajat dan tanpa melembutkan suara. Dengan demikian jelaslah bahwa pacaran bukanlah alternatif yang ditolerir dalam Islam untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Menjadi jelas pula bahwa tidak boleh mengungkapkan perasaan sayang atau cinta kepada calon istri selama belum resmi menjadi istri. Baik ungkapan itu secara langsung atau lewat telepon, ataupun melalui surat. Karena saling mengungkapkan perasaan cinta dan sayang adalah hubungan asmara yang mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. Demikian pula halnya berkunjung ke rumah calon istri atau wanita yang ingin dilamar dan bergaul dengannya dalam rangka saling mengenal karakter dan sifat masing-masing, karena perbuatan seperti ini juga mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. Wallahul musta’an (Allah-lah tempat meminta pertolongan). Adapun cara yang ditunjukkan oleh syariat untuk mengenal wanita yang hendak dilamar adalah dengan mencari keterangan tentang yang bersangkutan melalui seseorang yang mengenalnya, baik tentang biografi (riwayat hidup), karakter, sifat, atau hal lainnya yang dibutuhkan untuk diketahui demi maslahat pernikahan. Bisa pula dengan cara meminta keterangan kepada wanita itu sendiri melalui perantaraan seseorang seperti istri teman atau yang lainnya. Dan pihak yang dimintai keterangan berkewajiban untuk menjawab seobyektif mungkin, meskipun harus membuka aib wanita tersebut karena ini bukan termasuk dalam kategori ghibah yang tercela. Hal ini termasuk dari enam perkara yang dikecualikan dari ghibah, meskipun menyebutkan aib seseorang. Demikian pula sebaliknya dengan pihak wanita yang berkepentingan untuk mengenal lelaki yang berhasrat untuk meminangnya, dapat menempuh cara yang sama. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Fathimah bintu Qais ketika dilamar oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm, lalu dia minta nasehat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bersabda:
“Adapun Abu Jahm, maka dia adalah lelaki yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya . Adapun Mu’awiyah, dia adalah lelaki miskin yang tidak memiliki harta. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid.” (HR. Muslim) Para ulama juga menyatakan bolehnya berbicara secara langsung dengan calon istri yang dilamar sesuai dengan tuntunan hajat dan maslahat. Akan tetapi tentunya tanpa khalwat dan dari balik hijab. Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti’ (130-129/5 cetakan Darul Atsar) berkata: “Bolehnya berbicara dengan calon istri yang dilamar wajib dibatasi dengan syarat tidak membangkitkan syahwat atau tanpa disertai dengan menikmati percakapan tersebut. Jika hal itu terjadi maka hukumnya haram, karena setiap orang wajib menghindar dan menjauh dari fitnah.” Perkara ini diistilahkan dengan ta’aruf. Adapun terkait dengan hal-hal yang lebih spesifik yaitu organ tubuh, maka cara yang diajarkan adalah dengan melakukan nazhor, yaitu melihat wanita yang hendak dilamar. Nazhor memiliki aturan-aturan dan persyaratan-persyaratan yang membutuhkan pembahasan khusus . Wallahu a’lam.
Bagaimana agar kita tetap istiqomah dalam bertaqwa pada jaman sekarang ini karena sekarang banyak sekali godaannya, terutama dengan semakin majunya peradaban jaman..? Assalamu'alaikum, Aaya ingin bertanya dalam rubrik ini. 1. Bagaimana untuk meyakinkan bahwa semua kebaikan dan kejahatan itu adalah atas kehendak Allah swt..? 2. Bagaimana agar kita tetap istiqomah dalam bertaqwa pada jaman sekarang ini karena sekarang banyak sekali godaannya, terutama dengan semakin majunya peradaban jaman..? Wassalam M. Tohir – Tangerang --------- Jawab --------- 1. Pernyataan Anda perlu saya luruskan dengan keterangan sbb: Pertama, Allah menurunkan ajaran yang fithri/alami/natural (karenanya tidak bisa disebut sebagai beban) demi kebaikan/kebahagiaan manusia; Kedua, Allah menghendaki agar ajaran itu dilaksanakan sebaik-baiknya; Ketiga, namun begitu Allah menyerahkan pada manusia mau menerima perintah itu atau tidak, manusia harus berusaha sendiri untuk melaksanakan ajaran tsb. Jadi tidak bisa dikatakan bahwa kejahatan (dengan arti kemaksiatan) itu kehendak Allah swt. Coba Anda renungi ayat berikut: "Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir'. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (QS. Al-Kahfi/18:29) Perlu ditegaskan di sini adanya perbedaan antara kejahatan dengan arti madharat/balaa', dan kejahatan dengan arti kemaksiatan. Pada hakekatnya memang satu, tapi dua. Jelasnya demikian, pencurian adalah tindakan kejahatan, baik dari sisi pencuri atau orang yang tercuri. Tapi bila kita kaitkan dengan istilah madharat/balaa' dan maksiat, maka akan jelas perbedaannya: si pencuri melakukan kemaksiatan (pencurian), dan si tercuri terkena madharat (pencurian). Dan tindakan mencuri (kemaksiatan) sama sekali bukan kehendak Allah. Nah, orang yang tertimpa madharrat atau balaa' tidak berarti tertimpa kejelekan. Renungkan hadis Nabi berikut: Seseorang mengeluh ke Rasulullah: "Wahai Rasul, harta saya hilang dan badan saya sakit." Jawab beliau: "Kebaikan (keberuntungan) itu tidak terdapat pada orang yang hartanya tidak hilang dan badannya tidak sakit. Karena sesungguhnya, jika Allah memang mencintai seorang hamba Allah menurunkan cobaan padanya lantas membekalinya kesabaran." Hadis ini menyiratkan bahwa kejelekan/keburukan itu bukanlah identik dengan kenikmatan duniawi. Tapi kebaikan adalah kesabaran itu sendiri. 2. Sebelum membahas bagaimana tetap Istiqamah dalam bertakwa, perlu Anda ketahui mengenai apa sebenarnya taqwa itu (mena'ati perintah dan menjauhi larangan Allah Swt). Saya hanya ingin menegaskan bahwa taqwa itu tidak hanya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat ibadah murni, seperti shalat, puasa, zakat, dll. Tapi taqwa juga meliputi hal-hal yang sifatnya duniawi, asal itu baik dan bermanfaat. Kita menekuni apa yang menjadi hobi dan keahlian kita kendati itu hanya semata bersifat duniawi namun bermanfaat bagi semua makhluk di bumi ini juga taqwa. Sebab Allah melarang tindakan-tindakan yang berakibat pada rusaknya lingkungan, dan Allah juga menegaskan agar kita jangan sampai melupakan persoalan-persoalan duniawi yang menopang kemaslahatan hidup kita di dunia. Singkatnya, orang Islam itu harus jaya di dunia dan jangan sampai melupakan akheratnya. Oleh karena demikian luasnya wilayah taqwa, maka dengan sendirinya problem istiqamah juga tidak sama. Jika problem istiqamah Anda menyangkut hal 'ibadah, misal Anda sesekali berani melanggar perintah agama, seperti shalat, puasa, dll), Anda perlu meningkatkan wawasan keakhiratan. Sebab kebanyakan faktor yang memnyebabkan terputusnya kontinyuitas/istiqamahnya suatu kegiatan (baik kegiatan duniawi atau ukhrawi) tiada lain adalah minimnya wawasan. Setidaknya yang bisa Anda lakukan sendiri adalah menghidupkan kesadaran akan adanya kehidupan sesudah mati atau kehidupan akherat. Saya kira semua orang Islam meyakini adanya kehidupan akherat, hanya saja kenyataannya tidak sedikit orang-orang yang lupa akan hal itu. Mereka terlelap dalam kenikmatan duniawi. Maka orang seperti ini perlu disadarkan mengenai kehidupan akherat, di mana orang yang sebagian besar hidupnya penuh ketaatan akan masuk surga dan bila didominasi kemaksiatan akan masuk neraka. Bertanya-tanyalah dalam hati Anda: apa sebenarnya tujuan hidup Anda? Apa hanya ingin cukup dengan kenikmatan duniawi? dengan semata melimpahnya harta-dunia apakah ketenangan batin bisa didapat? tidakkah batin akan tenang dengan menaati perintah-perintah agama, berdzikir/mengingat Allah? Kalau pertanyaan-pertanyaan (muhaasabah) seperti ini belum mempan juga, sering-seringlah memikirkan "seandainya besok aku mati". Dan jika hati Anda sudah tergerak untuk rajin melakukan ibadah, hanya saja Anda menghadapi problem lain, misal kurang mengetahui cara-cara ibadah denganbenar, Anda harus bertanya ke ahlinya. Dan jika problem istiqamah itu menyangkut soal keduniaan, maka kita perlu meningkatkan wawasan/ilmu pengetahuan tentang keduniaan. Yang bisa Anda lakukan mula-mula adalah menetapkan program, rencana-rencana, dan target. Anda juga harus meningkatkan kedisiplinan, kesungguhan, dan ketulusan. Bangunlah kesadaran bahwa diri kita juga harus memberi manfaat pada orang lain. Sebab sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi lingkungannya. Untuk melengkapi tema istiqamah, berikut ini saya ambilkan tulisan Dr. Nurcholish Madjid yang berjudul "Istiqamah Di Zaman Modern" dalam bukunya Pintu-Pintu Menuju Tuhan. *** ISTIQAMAH DI ZAMAN MODERN Istiqamah artinya teguh hati, taat asas, atau konsisten. Meskipun tidak semua orang bisa bersikap istiqamah, namun memeluk agama, untuk memperoleh hikmahnya secara optimal, sangat memerlukan sikap itu. Allah menjanjikan demikian: "Dan seandainya mereka itu bersikap istiqamah di atas jalan kebenaran, maka pastilah Kami siramkan kepada mereka air yang melimpah." (QS. Al-Jinn/72:16). Air adalah lambang kehidupan dan lambang kemakmuran. Maka Allah menjanjikan mereka yang konsisten mengikuti jalan yang benar akan mendapatkan hidup yang bahagia. Tentu saja keperluan kepada sikap istiqamah itu ada pada setiap masa, dan mungkin lebih-lebih lagi diperlukan di zaman modern ini. Karena kemodernan (modernitas, modernity) bercirikan perubahan. Bahkan para ahli menyebutkan bahwa kemodernan ditandai oleh "perubahan yang terlembagakan" (institutionalized change). Artinya, jika pada zaman-zaman sebelumnya perubahan adalah sesuatu yang "luar biasa" dan hanya terjadi di dalam kurun waktu yang amat panjang, di zaman modern perubahan itu merupakan gejala harian, dan sudah menjadi keharusan. Lihat saja, misalnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi microchip (harfiah: kerupuk kecil) dalam teknologi elektronika. Siapa saja yang mencoba bertahan pada suatu bentuk produk, baik dia itu produsen atau konsumen, pasti akan tergilas dan merugi sendiri. Karena itulah maka "Lembah Silikon" atau Silicon Valley di California selalu diliputi oleh ketegangan akibat kompetisi yang amat keras. Adanya kesan bahwa "perubahan yang terlembagakan" itu tidak memberi tempat istiqamah adalah salah. Kesalahan itu timbul antara lain akibat persepsi bahwa istiqamah mengandung makna yang statis. Memang istiqamah mengandung arti kemantapan, tetapi tidak berarti kemandekan. Melainkan lebih dekat kepada arti stabilitas yang dinamis. Dapat dikiaskan dengan kendaraan bermotor: semakin tinggi teknologi suatu mobil, semakin mampu dia melaju dengan cepat tanpa guncangan. Maka disebut mobil itu memiliki stabilitas atau istiqamah. Dan mobil disebut dengan stabil bukanlah pada waktu ia berhenti, tapi justru ketika dia melaju dengan cepat. Maka begitu pula dengan hidup di zaman modern ini. Kita harus bergerak, melaju, namun tetap stabil, tanpa goyah. Ini bisa saja terwujud kalau kita menyadari dan meyakini apa tujuan hidup kita, dan kita dengan setia mengarahkan diri kepadanya, sama dengan mobil yang stabil terus melaju ke depan, tanpa terseot ke kanan-kiri. Lebih-lebih lagi, yang sebenarnya mengalami "perubahan yang terlembagakan" dalam zaman modern ini hanyalah bidang-bidang yang bersangkutan dengan "cara" hidup saja, bukan esensi hidup itu sendiri dan tujuannya. Ibarat perjalanan Jakarta-Surabaya, yang mengalami perubahan hanyalah alat transportasinya, mulai dari jalan kaki, sampai naik pesawat terbang. Tujuannya sendiri tidak terpengaruh oleh "cara" menempuh perjalanan itu sendiri. Maka ibarat mobil yang stabil yang mampu melaju dengan cepat, begitu pula orang yang mencapai istiqamah tidak akan goyah, apalagi takut, oleh lajunya perubahan. Dia hidup dinamis, berjalan di atas kebenaran demi kebenaran, untuk sampai akhirnya kembali kepada Tuhan, sang Kebenaran Mutlak dan Abadi. Dan kesadaran akan hidup menuju Tuhan itulah yang akan memberi kebahagiaan sejati sesuai janji Tuhan di atas. *** Semoga bermanfaat. Wassalam Arif Hidayat.
Allohumma sholli ’sholaatan kaamilatan wa sallim salaaman taaamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil qurobu wa tuqdho bihil hawaaiju wa tunalu bihir roghooibu wa husnul khowaatimu wa yustasqol ghomamu biwajhihil kariem wa ‘ala aalihi wa shohbihi fie kulli lamhatin wa nafasim bi’adadi kulli ma’lumin laka
Artinya :
Ya Alloh berilah sholawat dengan sholawat yang sempurna dan berilah salam dengan salam yang sempurna atas penghulu kami Muhammad yang dengannya terlepas segala ikatan, lenyap segala kesedihan, terpenuhi segala kebutuhan, tercapai segala kesenangan, semua diakhiri dengan kebaikan, hujan diturunkan, berkat dirinya yang pemurah, juga atas keluarga dan sahabat-sahabatnya dalam setiap kedipan mata dan hembusan nafas sebanyak hitungan segala yang ada dalam pengetahuan-MU
Suatu aplikasi yang mempunyai konsep e-learning. Software ini sangat membantu dalam membuat berbagai hal SI, salah satunya e-learning. Daripada, susah-susah membuat aplikasi menggunakan script php ataupun lainnya, teknologi pun makin canggih. Maka terciptalah Moodle buat memudahkan dalam e-learning. Moodle hampir sama seperti cms lainnya, hanya saja software ini digunakan untuk pembelajaran online. Instalasi moodle dapat menggunakan web server apache dan dengan menonaktifkan register global. Setelah web server apache diinstal, moodle dapat diinstal juga. Di moodle, sudah terdapat berbagai fitur untuk membuat aplikasi e-learning. Diantaranya dapat mengganti themes sesuka kita, membuat user accounts, pengaturan bahasa, dan membuat berbagai kategori, membuat quiz online, forum, chat, dan berbagai macam lainnya.
Sudah jauh tak terasa kutapaki hidup Waktuku sdh mulai berkurang Kutambahkan imanku dihadapMu.. ya Rabb.. Mohon ampun atas kekhilafanku selama ini
Kulihat senyum ayah ibu Menusuk relung kalbu Teringat masa kecil Ketika ditimang dan dipangku Maafkan aku ibu.. Maafkan aku ibu.. Maafkan aku ibu.. Maafkan aku ayah.. :)
Senyum itu terpancar dari wajahnya Membuat duniaku terasa bahagia Wajah sahabat penuh suka dan duka Menyelimuti di hari-hari nan indah Terima kasih sahabaku Aku mencintai kalian.. :)
Dikala kolam sudah tak jernih airnya Maka kan ku bersihkan kolam itu Hingga ku dapat berenang Ku basuh dosa di hati ini Hingga ku tenang Entah siapa pasangan hidup ini.. Kudambakan keshalehan darinya.. Kejiwa besaran dalam dirinya.. Tanggung jawab yg luar biasa dari dirinya.. Kewibawaan dalam dirinya.. Hingga keperkasaan dalam dirinya mampu membuat ketampanan dirinya.. Siapakah dia ??? Kuharap dia tidak mencari kecantikan dari wajahku Tapi kuharap ia mencari iman dalam qolbuku Mohon maaf atas kekuranganku Hingga ia menerima ketidaksempurnaanku.. :)
Wajah kecil mungil Tangis yang merindu Tingkahnya yang lucu Hingga membuatku punya tanggung jawab yang lebih besar Akankah Ia menganugerahkannya ??? Hanya tersenyum jika memikirkan itu..
Kehidupan bagai sandiwara Lakukan yang terbaik untukNya Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar... :)
Waktu kecil, mulai TK saya pernah diajarkan pancasila sampai menghapal arti simbol2nya. Dari sd ada yg namanya pelajaran PPKn. Hingga SMA yang namanya menjadi Kewarganegaraan. Tapi jujur, saya waktu itu masih belum mendapat apa artinya nasionalisme dan mengabdikan bagaimana rasanya mencintai negeri sendiri. Apakah itu yg juga dirasakan teman2ku?? Ketika saya masuk perguruan tinggi, disana saya baru mengerti apa yg akan saya perbuat dan apa tujuan yg akan saya lakukan untuk ke depan.. Betapa bodohnya saya, mengapa baru merasakan hal seperti itu ketika d perguruan tinggi.. Ketika saya mencari jati diri.. Demi selang waktu,, akhirnya pun saya mengerti.. Mengapa, Apa, dan Bagaimana saya harus bertindak?? Mulai dr meningkatkan spiritual hingga mengenal bagaimana penciptaan makhluk di dunia ini hingga terciptanya dunia ini dengan mengamalkan sumber kekuatan alam yg diturunkan Allah SWT ke dalam kitab suci Alquran.. Mengenalkan betapa sempurnanya Islam untuk kehidupan, hingga tuntutan untuk mencintai negeri sendirilah yg membuat saya bergetar, bergerak untuk membela bangsa ini. Saat ini, saya hanya memikirkan bagaimana menumbuhkan rasa pengenalan terhadap hal yang lebih penting seperti agama, harkat dan martabat bangsa.
Mudah-mudahan malam minggu Anda indah, dan hari ini Anda sedang beristirahat dengan jiwa-jiwa kecintaan hati Anda.
Seorang sahabat yang lebih muda dari saya, bertanya – mengapa saya selalu membuka email dan sapa saya dengan doa atau harapan bagi kebaikan orang lain.
Saya tanyakan kembali kepadanya, apakah ada cara lain yang lebih baik daripada menjadikan harapan dan doa Anda sebagai salam bagi kebahagiaan orang lain?
Mencapai kebahagiaan itu tidak mudah.
Maka harapkanlah, doakanlah, dan lakukanlah yang ada dalam kemampuan Anda untuk membantu orang lain mencapai kebahagiaan, terutama mereka yang ada dalam kewenangan Anda sebagai pemimpin atau sebagai anggota keluarga.
Mencapai kebahagiaan itu tidak mudah.
Bukan karena kebahagiaan itu jauh, tetapi justru karena semua alasan untuk menjadi berbahagia itu terletak sangat dekat dengan diri dan dalam kehidupan kita – sehingga sering tidak terasa dan sulit terlihat.
Mario Teguh Golden Moment JIWA YANG MEMBANGUN KEBAHAGIAANNYA
sejak lama aku berdiri dalam sepinya rongga hati tak satu pun burung mampu menjawab *courtesy of LirikLaguIndonesia.net * hanya padaMu ku bertanya lewat setiap sujudku ini siapa kah nanti cinta untukku
reff: wahai penilai hati lihat batinku nyaris bernanah karna luka tersayat merana menantikan cinta dan kasih hidupku
rahasia itu hanya Kau yang tahu namun aku tak mau jadi tuna cinta tuntun hatiku dalam sabar menanti jodohku
repeat * repeat reff
rahasia itu hanya Kau yang tahu namun aku tak mau jadi tuna cinta namun harus ku ikhlaskan nasib cintaku padaMu
Untuk mencapai kemenangan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kiat-kiat sukses bagi kita yang mau mendapatkan KESUKSESAN yang haqiqi. KESUKSESAN yang haqiqi itu adalah kalo kita berhasil dan bahagia di AKhirAt nanti. Itu berarti kita Juga suKseS di Dunia, bagaimana bisa? bisa aja, KesukSesan Dunia itu akan membawa keSukSesan Akhirat, bagaimanapun kondisinya di dunia itu….kalopun di dunianya, seseorang itu miskin, namun kalo di akhirat nanti ia masuk surga dan mendapatkan kebahagiaan , maka ke-miskin-annya itulah yang membuat di sukses di dunia dan akhirat, miskin tapi sholeh…it’s good choice man…
Nih dia, tips2 yang Allah berikan buat kita ?
“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah, Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan “
“Tuhan Menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat keridaan dan surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya“
“Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, Sungguh, di sisi Allah terdapat pahala yang besar”
At-Taubah : 20 – 22
Subhanallah… saudaraku, itulah salah satu tanda kasih sayang Allah ama kita, so … kalo emang kita pingin jadi orang sukses versi yang sebenarnya, yaitu kesuksesan dari Allah, maka marilah kita baca ayat-ayat di atas, kita hafalkan , kita pahami makna dan tafsirnya, serta kita berusaha untuk mengamalkan dalam setiap sisi dan setiap sudut kehidupan kita. Insya Allah akan sangat bermanfaat menambah catatan amal dan bekal kita dalam menghadap Allah Ta’ala di yaumul hisab nanti. dan Lebih baik lagi kalo kita ajarkan…biar nyambung pahalanya
Selamat Berjuang Untuk Kesuksesan yang Haqiqi Jalan ke Surga itu Masih Panjang … So..let’s give the best to Allah…
PARIS adalah kota cinta. Semua cerita tentang cinta ada di kota ini.Temukan dan kunjungi romantisme ala ibukota Prancis ini. Paris, je t' aime....
"Mademoiselle... Mademoiselle," teriak seorang gadis berjaket merah marun sembari menyodorkan brosur. Menyadari yang diajak berbicara berparas Asia, dia melanjutkan dengan bahasa Inggris. "You can find the finest places in Paris in here," tunjuknya pada kertas yang masih dipegangnya.
Sambutan hangat di Gare d'Est (Stasiun Kereta di Timur Paris) tersebut membuyarkan rasa kantuk yang sebelumnya begitu kuat menguasai tubuh. Maklum saja, kala itu jam baru menunjukkan pukul 06.00 pagi. Dengan kereta BD-Bahn dari Munich, Jerman, butuh waktu hampir sepuluh jam menuju kota yang konon disebut sebagai tempat paling romantis di dunia, Paris.
Untuk membunuh tuntas rasa kantuk, segelas cafetiere-kopi khas Prancis- dan sepotong roti pun dipesan. Di stasiun dengan paduan arsitektur modern klasik, banyak ditemui kedai kopi dan juga restoran. Suhu dingin sedikit terusir setelah menyeruput minuman dengan cita rasa pahit itu. Sembari menenteng mini travel bag, langkah pun diayunkan meninggalkan Gare d'Est menuju hotel yang berada tepat di seberang stasiun. Tak sulit mencari penginapan di Paris. Mulai hotel kelas melati hingga bintang lima, atau penginapan serta hostel mudah ditemukan tergantung budget yang sudah ditentukan.
Daun pepohonan yang membatasi stasiun dengan jalan sudah menguning dan berjatuhan, mengotori trotoar. Tanda kini belahan bumi bagian utara telah memasuki musim gugur. Suhu dan angin di ruang terbuka semakin dingin menerpa kulit. Pemandangan musim gugur berpadu serasi dengan bangunan kota yang tua nan klasik. Keindahan kota yang berjalan seiring dengan kemajuan zaman tak heran membuat Paris dikunjungi ratarata 23,5 juta orang per tahunnya.
Sejenak melepas lelah di hotel, misi menelusuri Paris pun dimulai. Tempat wisata paling populer sudah ada dalam kepala alias wajib dikunjungi. Namun, ketika melangkahkan kaki keluar hotel, teringat brosur dari gadis di Gare d'Est. Pada kertas berwarna dasar hitam tersebut terdapat banyak sekali tempat yang bisa dikunjungi. Dipaparkan oleh resepsionis hotel, Departemen Pariwisata Kota Paris ingin mencoba memperkenalkan tujuan wisata selain Menara Eiffel, Museum Louvre atau Musee d'Orsay.
Uniknya, hampir seluruh kategori dalam brosur tersebut memiliki unsur romantisme yang kuat. Misalnya, best places to kiss in Paris, atau best places to propose in Paris. Beruntung hampir di seluruh kategori tersebut terdapat Effiel Tower. Cara mencapai Eiffel pun cukup gampang. Di mana pun tempat menginap menara ini bisa ditempuh dengan hanya menggunakan satu kali bus kota atau kereta dalam kota. Selain dipadati peserta tur wisata, Eiffel dan tamannya tidak pernah sepi dari pasangan yang memadu kasih. Namun, satu yang menarik, setiap pria dari pasangan tersebut biasanya ingin melamar sang kekasih di menara paling tenar di muka bumi itu. Mengibaratkan hubungan para kekasih sekokoh Menara Effiel, biasanya para wanita dilamar di tingkat teratas.
"Menara Eiffel adalah tempat yang tepat bagi pria mendapat jawaban iya kala melamar kekasihnya," ujar Tristan, wisatawan asal Amerika Serikat yang sengaja mengajak kekasihnya Jullie ke Menara Eiffel untuk dilamar.
Bertuturlah cinta Mengucap satu nama Seindah goresan sabdamu dalam kitabku Cinta yang bertasbih Mengutus Hati ini Kusandarkan hidup dan matiku padamu
Bisikkan doaku Dalam butiran tasbih Kupanjatkan pintaku padamu Maha Cinta Sudah di ubun-ubun cinta mengusik resah Tak bisa kupaksa walau hatiku menjerit
Ketika Cinta bertasbih Nadiku berdenyut merdu Kembang kempis dadaku merangkai butir cinta Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang Sujud sukur padamu atas segala cinta